Selasa, 30 Agustus 2016

CATATAN KECIL KUMAL #1

GUE SANGAT BERTERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MEMBACA CERITA-CERITA KONYOL GUE.

MAKASIH PARA PEMBACA.

Seribu lima ratus rupiah. Cuman segitu penghasilan gue sehari. Cuman buat beli Teh Gelas dan Kripik pedas. Ya, selain sekolah, gue juga bekerja sebagai pembersih kandang ayam. Hal itu gue lakukan setiap hari selama 2 jam setelah pulang sekolah. Tentu saja, Angga dan Anggi ikut serta.

Bokap gue wataknya keras tapi hatinya lembut. Bokap gak ngasih duit apa-apa lagi selain uang jajan sebanyak sepuluh ribu.

Suatu hari ketika sedang membersihkan kandang, seseorang datang menuju gue. Dia adalah seorang Gadis yang memakai baju SMA. Rambutnya panjang sampai ke punggungnya. Kulitnya putih bersih. Tidak ada jerawat ataupun bekas luka di wajahnya. Tubuhnya langsing dan tinggi. Berjalan pelan seperti layaknya seorang model. Cantik, itulah yang gue pikirkan kepadanya.

Dia menanyakan ke gue :

"Dek maaf mengganggu. Adek tau alamat rumah ini gak?" Tanya gadis itu sambil memperlihatkan sebuah kertas

"Oh, alamat ini. Teteh lurus aja ke arah sana terus belok ke kanan. Nanti belok ke kiri. Pas ada pertigaan lurus aja sampai mentok. Terus belok kanan lagi. Udah gitu, teteh harus menyebrang jalan. Terus, nanti teteh akan melihat sebuah taman. Terus belok kiri. Nanti ada pertigaan lagi, belok kanan. Terus nanti ada sebuah rumah yang masih dibangun, teteh belok kanan. Lurus aja, nanti teteh akan lihat rumah warna putih di ujung, itu alamat rumah yang dimaksud."

"Gimana, gimana, bisa dicatet gak?"

"Sini, saya anterin aja."

#MODUS

Sebenernya gue juga gak tau alamatnya. Tadi itu gue asal jawab aja. Tapi gak papalah, mungkin aja gue beneran nemu rumahnya.

Tidak lama kemudian gue dan teteh itu berangkat. Gue berlagak sok tau dan asal menjelaskan arah-arah yang harus dituju. Padahal gue sama sekali gak tau. Teteh itu terlihat sangat mempercayai gue. Wajahnya tersenyum manis kepada gue. Gue tersipu malu. Karena itu, gue harus berjuang keras. Gue gak mau nge-PHP in dia. Pokoknya gue harus nemu alamat yang dituju apapun caranya.

Tapi semenit kemudian gue tersesat. Gue berada didalam sebuah hutan. Dari kota kok bisa nyasar ke hutan?
Tapi semangat gue belum luntur. Gue harus menemukan jalan ke kota lagi meskipun gue gak tau arahnya.

Teteh itu kebingungan melihat gue yang terus mondar-mandir. Sial, gue harus bilang apa. Masa gue bilang, 'Teh maaf, tadi itu saya cuman nipu teteh. Saya sebenernya gak tau alamat itu.' Setelah itu gue pasti ditampar habis-habisan. Duh, gimana nih.

"Dek, kenapa kita bisa sampe ke hutan sih. Adek sebenernya tau gak sih alamat rumahnya. ?" Tanya teteh itu.

"Emm, . . . Anu, . . . Ehmm"

"Kok 'Mmm". Adek tau gak?"

"Maaf Teh, sebenernya saya gak tau."

Teteh itu tersenyum ke gue, lalu berkata "Ya udah, gak apa-apa. Yang jelas kita harus kembali ke kota. Oh iya, nama adek siapa?"

Gue jatuh cinta sama teteh itu

 "Nama saya Kumal."

"Kumal? Anaknya bapak Kemal itu kan?"

"Iya, kok teteh tau?" Jawab gue terheran

"Saya kan mau ke rumah kamu. Alamat rumah kamu ini bukan?" Tanya teteh itu, seraya memberikan secarik kertas yang tadi.

Setelah gue perhatikan lagi, ternyata benar, itu alamat rumah gue. Gue bener-bener bodo.

"Oh iya, ini alamat rumah saya."

W. T. F

So Dont forget to share this blog okay
Because i will write another comedy story
Thank's for reading
 See you next time:(

Tidak ada komentar: