Kamis, 11 Agustus 2016

KUMAL STORY : JATUH CINTA

Di sore hari langit berwarna jingga kemerahan. Matahari mulai tenggelam membentuk setengah lingkaran. Sekawanan burung terbang menuju sarang mereka. Mereka membentuk formasi segitiga. Mereka tidak pernah tercerai berai. Selalu berkelompok. Masing-masing dari mereka mengepakan sayap secepat mungkin. Seperti sekawanan burung, manusia juga sama seperti itu. Bedanya, mereka tidak bersama-sama. Manusia mempunyai tujuannya masing-masing. 

Angin terasa sangat kencang. Gue memakai jaket karena takut sakit. Di pinggiran sungai, gue berjalan bersama gadis yang baru gue kenal. Namanya Eka Nadya. Dia sangat cantik. Sangat menawan. Meskipun dia cantik, gue gak punya perasaan sama dia. 

"Masih jauh, ya?" Tanya dia

"Enggak kok, dikit lagi nyampe." Jawab gue

"Oh. Biasanya pas pulang sekolah, kamu ngapain."

Gue memegang dagu. Pandangan gue menuju ke langit. Dan diri gue bertanya, "Ngapain ya?" Padahal pertanyaannya gampang-gampang aja. Dan jawabannya juga singkat. Tapi entah kenapa, gue malu ngungkapinnya. "Biasanya pas sekolah gue bengong selama lima jam." Itu yang ada dipikiran gue.

"Gak usah dijawab juga gak apa-apa. Aku cuman nanya kok." Ujar dia

Entah kenapa gue merasa bersalah setelah dia bicara kayak gitu. Aneh, biasanya gue gak mikirin orang mau bicara apa. Tapi kenapa gue ngerasa gak enak ya. Ya udah deh, gue jawab aja.

"Aku biasanya bengong selama lima jam." Seru gue

"Hi hi hi. Kamu lucu deh. Awas kesambet setan loh. Selain itu, kamu ngapain?"

"Selain itu, aku . . ." Gue bingung mau jawab apa untuk membuat suasana jadi lucu. "Mmm . . . gak ada sih. Dirumah aku cuman bengong aja."

"Oh . . . Kamu punya peliharaan?"

"Punya. Gajah."

Selain itu, Eka juga menanyakan pertanyaan seperti; Apa warna kesukaan, Hobi gue apa, Film kesukaan gue apa, dan kapan nikah. Gue dan Eka ngerasa nyaman satu sama lain. Kita ngobrolin banyak hal. Dia dengerin gue meskipun gue ngomongnya konyol. Biasanya orang akan menjauhi gue. 

Waktu tidak terasa. Sebentar lagi, kita mau nyampe rumah. Gue ingin lebih lama lagi bersama dia. Gue suka sama senyuman dia. Hati gue jadi berdebar-debar ketika dia berbicara. Apa gue suka sama dia?

"Hei, udah deket nih. Rumah aku disebelah sana. Kamu dimana?" Ujar dia

"Oh, berarti deket ya. Rumah aku sekitar dua blok lagi."

"Oh gitu. Ya udah aku pulang dulu ya. Hati-hati dijalan." 

"Iya."

Gue pulang dengan perasaan bahagia. Baru kali ini gue jalan bareng sama cewek. Ketika gue nyampe rumah, bokap terheran-heran ngeliat ekspresi gue. Dia ngomong sesuatu ke gue, tapi gue gak dengerin. Gue jadi gak sabar untuk ketemu dia lagi. Tapi, besok kan kita ketemu lagi. Apa gue ajak jalan bareng lagi. Sial, gue jadi gak sabar banget.


So Dont forget to follow me okay
Because i will write another comedy story
Thank's for reading
See you next time:(

Tidak ada komentar: