Setelah selesai operasi, dua hari kemudian gue dibolehkan untuk pulang. Keesokan harinya gue langsung sekolah. Gue langsung mencari cewek pas di warung itu. Gue gak tau namanya siapa, kelas berapa, nomer hape berapa, dan ukuran celana dalamnya berapa. Gue cari-cari dia ke semua kelas, halaman sekolah, bahkan sampai ke selokan. Gue rela nanjak gunung everest pake kaos lekbong, demi nyari dia. Gue rela tahan napas selama satu jam buat nemuin dia. Dan gue rela makan kemaluan gue.
Gue menemukan dia. Dia terbaring ketabrak truk. Enggak, enggak. Bercanda . . .
Lalu gue menemukan dia. Dia sedang makan mie ayam di warung sekolah. Gue ngiler. Gue jadi pengen mie-nya. Untuk keamanan negara, gue terpaksa menunda misi. Gue masuk ke warung. Dan ketika gue duduk, dia keluar. Tapi gak papalah. Yang penting gue seneng dia masih hidup.
Bel berbunyi. Seluruh murid bergerombolan masuk kedalam kelas masing-masing. Kepala sekolah memarahi temen-temen gue yang maen bola. Bola-nya di kempesin. Temen-temen gue dimarahin. Dan disiksa habis-habisan. Dia mengeluarkan pistol dari sakunya dan menembakan satu persatu temen-temen gue. Kepala sekolah memang sangat kejam. Dulunya dia adalah seorang Preman yang sudah Pensiun. Namanya adalah Kang Bahar.
Kang Bahar itu adalah psikopat. Dia itu Guru Killer. Setiap mengajar, dia tidak ingin mendengar suara sekecil apapun. Makannya, setiap dia mengajar, seluruh kelas diam tentram. Bahkan, jangkrik yang tidak berdosa-pun dia bunuh karena mengeluarkan suara. Jangkrik aja dibunuh, apalagi murid. Waktu itu pernah terjadi kebakaran di sekolah. Itu disebabkan oleh Kang Bahar yang mengamuk. Kang Bahar mengamuk disebabkan oleh temen gue yang mengatakan "Bahar Gelo, Bahar Gelo". Sekejap kemudian, dunia menjadi gelap gulita. Gue pingsan. Dan ketika gue bangun, gue melihat mahluk berkepala Megalodon, berbadan Singa, Bersayap kelelawar dan berkaki Burung Elang. Mahluk itu sebenarnya adalah Kang Bahar yang bertransformasi. Dibutuhkan sekitar 10101010 juta unit polisi untuk menjinakan hewan itu.
Oke, itu adalah sedikit cerita dari Sang Legenda yang Menakutkan Kang Bahar
So
Dont forget to follow me okay
Because i will write another comedy story
Thank's for reading
See you next time:)
Gue menemukan dia. Dia terbaring ketabrak truk. Enggak, enggak. Bercanda . . .
Lalu gue menemukan dia. Dia sedang makan mie ayam di warung sekolah. Gue ngiler. Gue jadi pengen mie-nya. Untuk keamanan negara, gue terpaksa menunda misi. Gue masuk ke warung. Dan ketika gue duduk, dia keluar. Tapi gak papalah. Yang penting gue seneng dia masih hidup.
Bel berbunyi. Seluruh murid bergerombolan masuk kedalam kelas masing-masing. Kepala sekolah memarahi temen-temen gue yang maen bola. Bola-nya di kempesin. Temen-temen gue dimarahin. Dan disiksa habis-habisan. Dia mengeluarkan pistol dari sakunya dan menembakan satu persatu temen-temen gue. Kepala sekolah memang sangat kejam. Dulunya dia adalah seorang Preman yang sudah Pensiun. Namanya adalah Kang Bahar.
Kang Bahar itu adalah psikopat. Dia itu Guru Killer. Setiap mengajar, dia tidak ingin mendengar suara sekecil apapun. Makannya, setiap dia mengajar, seluruh kelas diam tentram. Bahkan, jangkrik yang tidak berdosa-pun dia bunuh karena mengeluarkan suara. Jangkrik aja dibunuh, apalagi murid. Waktu itu pernah terjadi kebakaran di sekolah. Itu disebabkan oleh Kang Bahar yang mengamuk. Kang Bahar mengamuk disebabkan oleh temen gue yang mengatakan "Bahar Gelo, Bahar Gelo". Sekejap kemudian, dunia menjadi gelap gulita. Gue pingsan. Dan ketika gue bangun, gue melihat mahluk berkepala Megalodon, berbadan Singa, Bersayap kelelawar dan berkaki Burung Elang. Mahluk itu sebenarnya adalah Kang Bahar yang bertransformasi. Dibutuhkan sekitar 10101010 juta unit polisi untuk menjinakan hewan itu.
Oke, itu adalah sedikit cerita dari Sang Legenda yang Menakutkan Kang Bahar
So
Dont forget to follow me okay
Because i will write another comedy story
Thank's for reading
See you next time:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar