Rabu, 03 Agustus 2016

KUMAL STORY : Kebahagiaan dan Kesialan


   Oke sekarang, gue akan ngelanjutin cerita.

   Suatu hari, Gue Angga Anggi pergi jalan-jalan ke mall. Sialnya, gue cuman bawa 10.000. 10.000 buat beli apa ya? Belum lagi biaya angkotnya. Untuk sampe ke Mall dibutuhkan 2 kali naik angkot. Satu kali naik angkot harganya 2.500. Jadi kalo dua kali naik harganya 5000. Itu baru berangkatnya. Belum lagi pulangnya. Jadi untuk pulang pergi gue membutuhkan uang sebanyak 10.000. Kesimpulannya, gue cuman shopping di angkot.

   Tapi tenang, gue punya temen. Temen yang selalu membantu gue kemana-mana. Mungkin Angga dan Anggi mau membantu gue. Mungkin bekel mereka itu satu juta. Wihh . . . Jangan-jangan biaya shoppingnya dibayarin sama mereka. Untung gue punya temen.

    "Gi" Ujar gue ke Anggi  "Uang gue gak cukup nih, bisa pinjem ga? Lo bawa duit kan? Gue utang dulu ya?"

    "Emang bekel lo berapa?" Balas Anggi

    "Sepuluh"

    "Waduh, Gue juga bekelnya sepuluh. Kirain lo mau bayarin gue."

    "Buset . . . Terus lo bekel berapa Angga?" Ujar gue ke Angga

    "Gue malah lebih parah dari kalian." Jawab Angga "Gue bekelnya goceng. Kirain kalian semua mau bayarin gue."

   W.T.F

   Akhirnya Gue Angga Anggi merobek pakaian dan mengemis di depan mall. 
   
   Tuhan, kenapa hidup ini sangat tidak adil? Kenapa gue sial terus? Apa karena gue udah ngebunuh tiga orang? Apa ini hukumannya? Kenapa gue sial terus? Yang pertama, kelindes Bulldozer. Yang kedua, gue terpaksa harus ngemis. Apa ada yang ketiga?

    Setelah gue membaca puisi itu di tengah jalan, tiba-tiba sebuah mobil menabrak gue dengan kecepatan 320 km/jam. Gue terpental. Gue terjatuh. Lalu gue bangun lagi. Tiba-tiba gue berada di rel kereta. Sebuah kereta melaju dengan cepat ke arah gue. Gue udah pasrah. Kalo gue harus mati sekarang, gue terima. Pas kereta udah deket, tiba-tiba . . .

   "Awas ! ! !" Seseorang berteriak dibelakang gue.

     Gue didorong sama orang itu. Gue ditolongin sama orang itu. Gue berada tepat disamping kereta yang sedang melaju. Lagi-lagi gue lolos dari maut.

     "Lo gak apa-apa?" Kata orang itu

     "Gak apa-apa kok, makasih ya." Jawab gue

     "Eh, lu Kumal kan? Yang kelindes Bulldozer itu?"

     "Iya, lu siapa? Darimana lu tau?"

     "Tau lah. Kan gue sekolahnya sama kayak lo. Gue, cewek yang waktu itu di warung sekolah, yang duduk disamping lu. Inget ga?"

     Itu kan cewek gebetan gue. Gue gak bisa mengenalinya karena waktu itu suasananya gelap. Dia memakai topi biru dan jaket hijau. Dia masih cantik. Wajahnya 11-12 sama Selena Gomez. Dan gue 11-12 sama Justin Bieber. 

      "Waktu itu gue belum sempet ngasih tau nama gue." Ujar dia "Nama gue Dinda. Lo Kumal kan? Yang 11-12 sama Shahrukh Khan?"

      "Iya. Sama kombinasi wajah dari Justin Bieber."

      "Ha ha ha." Dia tertawa terbahak-bahak.

     Memang, hidup itu tidak selalu sial. Kesialan itu adalah pelajaran. Dan kebahagiaan itu adalah hadiah. 


   bersambung

So Dont forget to follow me okay
Because i will write another comedy story
Thank's for reading
 See you next time:(
     


Tidak ada komentar: