"Eh Di. Kok udah malem. Acaranya udah mulai belum?" Sahut gue
"Acaranya udah selesai. Lu ketiduran."
"Apa? Tapi kan dua hari. Sekarang hari apa?"
"Hari selasa. Lu udah tidur selama 4 hari.
Itu adalah hal terkonyol yang pernah terjadi di dunia. Tapi sepanjang hidup gue, gue gak pernah tidur lama-lama banget sampe 4 hari. Apa - apaan ini. Apa gue loncat ke masa depan? Apa gue diberi obat oleh penyihir yang membuat gue tidur selamanya? Atau gue udah mati?
Tiba-tiba terdengar suara . . .
"Mal, Mal, bangun Mal." Ujar Adi, temen gue
"Eh, Di. Kok udah pagi? Apa gue ketiduran lagi?" Jawab gue
"Iya, lu tadi tidur."
"Tidur? Gue tidur berapa jam? Acaranya udah selesai belum?"
"Lu tidur 4 jam. Acaranya mau dimulai, ayo cepet!!"
"4 jam? Bukan 4 hari?"
"Ngomong apa sih lo. Ayo cepet, yang lain udah pada nunggu."
Lalu Gue dan Adi berjalan menuju lapang utama.
Sekarang gue ngerti. Yang tadi itu cuman mimpi gue. Sebenarnya gue tidur selama 4 jam bukan 4 hari. Haduh, selamat-selamat. Mending sekarang gue fokus ke acaranya. Yang tadi itu lupain aja. Anggap aja gak terjadi apa-apa. Emang sih, gak terjadi apa-apa, itu kan cuman di khayalan gue.
Semuanya sudah berbaris. Tinggal gue dan Adi yang belum baris. Gue langsung masuk ke barisan.
Setelah semuanya lengkap, upacara pembukaan pun dimulai. Pemimpin pasukan mulai menyiapkan barisannya. Siiiiiiiiiaaaaaaaaaapppppppp graaaaak. Gila, suaranya keras banget. Saking kerasnya sampai tiang bendera rubuh. Temen gue, yang berdiri disamping gue, ketindihan sama tiangnya. Kepalanya langsung benjol 7 meter. Untung gue gak kena.
Pemimpin Pasukan merasa bersalah. Biar ikut merasakannya, dia mengangkat tiang itu dan menjatuhkannnya ke kepalanya. Lalu pingsan dan benjol sepanjang 12 meter. Untungnya mobil ambulan, mobil pemadam kebakaran dan mobil jenazah sudah siap sedia.
Pemimpin Pasukan merasa bersalah. Biar ikut merasakannya, dia mengangkat tiang itu dan menjatuhkannnya ke kepalanya. Lalu pingsan dan benjol sepanjang 12 meter. Untungnya mobil ambulan, mobil pemadam kebakaran dan mobil jenazah sudah siap sedia.
Beberapa menit kemudian upacara kembali dilanjutkan. Untung aja ada pengganti pemimpin pasukan.
Untuk amanat, istirahat di tempaaaaaaaaaaat, grak.
Amanat pun disampaikan oleh kaka pembina. Awalnya, dia membicarakan tentang gerakan pramuka. Setelah itu, tentang tatakrama. Setelah itu, tentang bahaya merokok. Setelah itu, tentang peraturan lalu lintas. Setelah itu menceritakan tentang kakeknya yang mati karena jatuh dari pohon. Setelah itu membicarakan tentang film Frozen.
Intinya kami diam ditempat dengan sikap istirahat selama dua jam lebih mendengarkan ceramah yang super panjang.
Dunia mulai gelap. Semua anggota Pramuka pada pingsan. Pemimpin pasukan pingsan. Bahkan, Kaka Pembina pun ikut pingsan. Lalu tercatatlah hari dimana "Kaka Pembina membunuh anggotanya dengan ceramah yang panjang" dan diperingati setiap tanggal 28 Februari.
Untuk amanat, istirahat di tempaaaaaaaaaaat, grak.
Amanat pun disampaikan oleh kaka pembina. Awalnya, dia membicarakan tentang gerakan pramuka. Setelah itu, tentang tatakrama. Setelah itu, tentang bahaya merokok. Setelah itu, tentang peraturan lalu lintas. Setelah itu menceritakan tentang kakeknya yang mati karena jatuh dari pohon. Setelah itu membicarakan tentang film Frozen.
Intinya kami diam ditempat dengan sikap istirahat selama dua jam lebih mendengarkan ceramah yang super panjang.
Dunia mulai gelap. Semua anggota Pramuka pada pingsan. Pemimpin pasukan pingsan. Bahkan, Kaka Pembina pun ikut pingsan. Lalu tercatatlah hari dimana "Kaka Pembina membunuh anggotanya dengan ceramah yang panjang" dan diperingati setiap tanggal 28 Februari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar