Kalian tau kan, gue cuman punya dua temen, yaitu Angga Anggi. Gue gak pernah punya temen dari kecil. Gue lebih seneng sendirian atau main dirumah. Di rumah juga gue kerjanya cuman bengong. Kenapa gue selalu sendiri? Itu karena gue ngerasa gak cocok sama temen-temen gue. Gue sukanya film komedi. Mereka sukanya film horror. Gue sukanya main petak umpet. Mereka sukanya main bola. Gue sukanya melempar sendal ke orang. Mereka sukanya melempar batu bata, krikil, dan batu akik.
Pokoknya gue dan mereka itu gak cocok. Dan ketidakcocokan ini membuat gue merasa terpojok. Kalian tau kan, kalo kalian merasa tidak bisa melakukan apa-apa dengan mereka, mereka akan menjauhi kalian. Itulah yang gue rasakan. Gue selalu jadi pemain pengganti di tim sepak bola. Selalu tidak dianggap. Itu karena gue gak bisa main bola. Sedangkan mereka jago-jago banget.
Gue gak bisa nendang bola. Sekali gue nendang, bolanya menuju ke langit. Ke genteng. Ke gedung. Dan ke bulan. Jadi setiap mereka punya bola baru, mereka gak akan ngajak gue. Karena takut bolanya hilang lagi.
Di luar, gue gak kepake, akhirnya gue main didalem aja. Di dalem rumah gue bisa bebas mau ngapain aja. Mau mecahin gelas, piring dan televisi itu udah biasa. Selalu bermain didalam rumah membuat gue gak bisa bersosialisasi. Gue gak pernah ngobrol, membuat gue menjadi pendiam. Gue gak pernah bermain, membuat badan gue menjadi kurus.
Gue memang gak bisa apa-apa. Gue gak pinter. Gak punya tenaga. Dan gak punya rasa malu. Jangan salah paham, "Gak punya malu" ini bukan berarti gue gak punya otak. Jangan pikir gue selalu telanjang kemana-mana karena gak punya rasa malu. Enggak, enggak. Gue memang punya malu, tapi untuk membuat orang-orang mendekat ke gue, gue harus menghilangkan rasa malu ini.
Dan jangan pikir gue gak punya kemaluan.
Gue selalu melakukan hal-hal yang memalukan, bodoh dan konyol untuk menarik perhatian mereka. Tapi gak seperti dugaan gue, mereka malah menjauhi gue. Mereka malu punya temen seperti gue.
Saat gue masuk SMP, gue baru kenal yang namanya bully. Gue suka di bully sama murid-murid yang geng-geng gitu Gue di bully karena gue lemah. Sepedah gue dirusakin. Bekel gue dimintain. Gue sebenernya mau bales mereka. Tapi gue tau . . . Kalau gue membales mereka, gue bakal kalah. Karena mereka itu kuat-kuat. Gue itu diibaratkan tai kotok, sedangkan mereka adalah langit.Tapi, bukan cuman gue yang di bully, anak-anak lain juga. Terutama yang lemah-lemah.
Hidup gue ini penuh dengan cobaan. Tapi mungkin bukan cuman gue. Mungkin yang lain juga sama. Mungkin ada yang lebih parah dari gue.
Ya, hidup ini seperti rantai makanan. Yang lemah ditindas, yang kuat diatas.
Tapi hidup ini tidak separah seperti yang gue pikirkan. Mungkin gue hanya memikirkan sisi buruknya aja. Mungkin gue bisa ngalahin mereka. Bukan dari fisik, tetapi dari hal-hal yang kita punya. Mungkin gue lebih dari yang gue pikirkan. Gue bodoh. Tapi bukan cuman gue yang bodoh di dunia ini. Dan mungkin gue yang terbaik diantara mereka, tapi gue-nya aja yang gak bisa nunjukin.
Udah gitu aja curhatan dari gue.
So,
Dont forget to follow me okay
Because i will write another comedy story
Thank's for reading
See you next time:(
Tambahan dari gue :
Penafsiran orang itu berbeda-beda. Mungkin bagi mereka itu hanya candaan, tapi bagi kalian itu hinaan dan siksaan. Jadi, jika ada yang membully kalian, jangan dibawa ke hati. Mungkin mereka hanya bercanda. Tapi, kalau kalian mau membalas tetapi tidak berani, balaslah pakai kelebihan yang kalian punya. Tapi ingat, pembalasan pasti ada. Jangan sampai kena masalah
Pokoknya gue dan mereka itu gak cocok. Dan ketidakcocokan ini membuat gue merasa terpojok. Kalian tau kan, kalo kalian merasa tidak bisa melakukan apa-apa dengan mereka, mereka akan menjauhi kalian. Itulah yang gue rasakan. Gue selalu jadi pemain pengganti di tim sepak bola. Selalu tidak dianggap. Itu karena gue gak bisa main bola. Sedangkan mereka jago-jago banget.
Gue gak bisa nendang bola. Sekali gue nendang, bolanya menuju ke langit. Ke genteng. Ke gedung. Dan ke bulan. Jadi setiap mereka punya bola baru, mereka gak akan ngajak gue. Karena takut bolanya hilang lagi.
Di luar, gue gak kepake, akhirnya gue main didalem aja. Di dalem rumah gue bisa bebas mau ngapain aja. Mau mecahin gelas, piring dan televisi itu udah biasa. Selalu bermain didalam rumah membuat gue gak bisa bersosialisasi. Gue gak pernah ngobrol, membuat gue menjadi pendiam. Gue gak pernah bermain, membuat badan gue menjadi kurus.
Gue memang gak bisa apa-apa. Gue gak pinter. Gak punya tenaga. Dan gak punya rasa malu. Jangan salah paham, "Gak punya malu" ini bukan berarti gue gak punya otak. Jangan pikir gue selalu telanjang kemana-mana karena gak punya rasa malu. Enggak, enggak. Gue memang punya malu, tapi untuk membuat orang-orang mendekat ke gue, gue harus menghilangkan rasa malu ini.
Dan jangan pikir gue gak punya kemaluan.
Gue selalu melakukan hal-hal yang memalukan, bodoh dan konyol untuk menarik perhatian mereka. Tapi gak seperti dugaan gue, mereka malah menjauhi gue. Mereka malu punya temen seperti gue.
Saat gue masuk SMP, gue baru kenal yang namanya bully. Gue suka di bully sama murid-murid yang geng-geng gitu Gue di bully karena gue lemah. Sepedah gue dirusakin. Bekel gue dimintain. Gue sebenernya mau bales mereka. Tapi gue tau . . . Kalau gue membales mereka, gue bakal kalah. Karena mereka itu kuat-kuat. Gue itu diibaratkan tai kotok, sedangkan mereka adalah langit.Tapi, bukan cuman gue yang di bully, anak-anak lain juga. Terutama yang lemah-lemah.
Hidup gue ini penuh dengan cobaan. Tapi mungkin bukan cuman gue. Mungkin yang lain juga sama. Mungkin ada yang lebih parah dari gue.
Ya, hidup ini seperti rantai makanan. Yang lemah ditindas, yang kuat diatas.
Tapi hidup ini tidak separah seperti yang gue pikirkan. Mungkin gue hanya memikirkan sisi buruknya aja. Mungkin gue bisa ngalahin mereka. Bukan dari fisik, tetapi dari hal-hal yang kita punya. Mungkin gue lebih dari yang gue pikirkan. Gue bodoh. Tapi bukan cuman gue yang bodoh di dunia ini. Dan mungkin gue yang terbaik diantara mereka, tapi gue-nya aja yang gak bisa nunjukin.
Udah gitu aja curhatan dari gue.
So,
Dont forget to follow me okay
Because i will write another comedy story
Thank's for reading
See you next time:(
Tambahan dari gue :
Penafsiran orang itu berbeda-beda. Mungkin bagi mereka itu hanya candaan, tapi bagi kalian itu hinaan dan siksaan. Jadi, jika ada yang membully kalian, jangan dibawa ke hati. Mungkin mereka hanya bercanda. Tapi, kalau kalian mau membalas tetapi tidak berani, balaslah pakai kelebihan yang kalian punya. Tapi ingat, pembalasan pasti ada. Jangan sampai kena masalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar