Minggu, 04 September 2016

KUMAL STORY : PRAMUKA PART 3 - SKILL PRAMUKA (SPECIAL STORY)




Kami mengikuti latihan seperti biasanya. Pada siang hari, peserta berlatih membaca bendera semaphore. Semaphore adalah sepasang bendera yang didalamnya memiliki arti tersembunyi. 

Sepertinya gue paling bodoh diantara yang lain. Ya, gue memang gak bisa apa-apa didalam pramuka. Gue cuman ingin mengikuti perkemahan nya saja.

Seluruh anggota pramuka berjumlah 20 orang. Dari 20 orang itu dibuat regu yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Berarti ada 4 regu. Masing-masing regu harus mempunyai 1 orang pemimpin. Pemimpin regu itu dipilih oleh anggotanya. Pemimpin regu gue adalah Adi.

Selain perkemahan terdapat juga lomba-lomba. Setiap regu yang memenangkan lomba akan mendapat Piala. Yang diperlombakan antara lain ; Materi Pramuka,PBB, Praktek P3K dll.


Adi lebih jago Pramuka daripada gue. Sejak SD dia sudah ikut Pramuka. Pada saat kelas 4 SD, dia pernah menjadi juara Danton/Pinru. Tidak hanya itu, ada banyak sekali piala yang sudah dia dapat. Dia membuat prestasi di sekolahnya. Tapi dia tidak sombong. Meskipun mendapat banyak piala, dia hanya diam saja seolah-olah itu cuman benda yang tidak berharga. Katanya, Pramuka itu tidak pernah mengajarkan "melebihi omongan daripada apa yang kita dapat." 

Kalau gue jadi dia, gue bakal memamerkan piala gue ke setiap orang. Tapi, prestasi gue apa? Dirumah, gue cuman melakukan tiga M, yaitu ; makan, minum, main.

Gue gak bisa apa-apa, bakatpun gue gak punya. Andai saja ada sesuatu hal yang lebih dari diri gue.
.
.
.
Ada 4 regu, yaitu elang, gagak, kelinci. Gue tergabung di regu keempat, yaitu regu kecoa. Regu kecoa adalah regu langka yang jarang ditemui orang. Selain gue dan Adi, terdapat 3 anggota lainnya, yaitu Angga, Anggi dan Farhan. Kita semua masih kelas 7.

Jam menunjukan angka 5. Itu waktunya istirahat bagi para peserta. Matahari hampir tenggelam. Suasana menjadi agak dingin dan gelap. Gue dan Adi menuju ke kelas untuk menghangatkan diri. Kelas itu sudah kami dekorasi menjadi semacam markas regu. Jadi setiap regu harus membuat markas mereka masing-masing.

Gue mengeluarkan selimut dari tas. Lalu gue lihat Adi sedang membongkar-bongkar tasnya. Merogohi sakunya. Semua barang dari tas-nya dikeluarkan. Kelihatannya dia sedang mencari sesuatu.

Gue bertanya ;

"Kenapa Di?"

"Gue lupa bawa gentong untuk dimainkan di Pensi nanti malam Mal, Gimana Mal?"

"Ya elah cuman masalah gitu. Tenang aja, gue bawa dua kok."

"Gue boleh pake?"

"Ya bolehlah."

"Makasih Mal."

Lalu gue jawab dengan nada sok pinter ;

"Jangan terima kasih ke gue."

"Terus ke siapa?" Ujar Adi

"Lu punya tuhan? Terima kasihlah ke tuhan lo. Gue itu cuman perantara."
.
.
.
.
.
Walaupun gelap, perlombaan tetap dimulai.

Masing-masing regu harus memperebutkan sebuah kertas yang bertuliskan "PRAMUKA" Kertas itu berjumlah 3 buah. Tiap regu hanya diperbolehkan membawa senter. Regu yang tidak bisa menemukan kertas itu akan dihukum.  Tiga regu yang berhasil menemukannya akan diperlombakan kembali memperebutkan juara 1. Waktu untuk mencarinya cuman selama 30 menit.

"Mengerti?" Ujar Pelatih

"Mengerti." Jawab kami serentak

"Mulai."

                                                                      BERSAMBUNG . . .

Tidak ada komentar: